Senin, 18 Juli 2016

Kata Mereka

"It's funny how time flies so fast."

Funny, bagaimana satu bulan berlalu dengan sangat cepat. Atau hanya imajinasi saya saja? Setelah libur panjang, akhirnya kita diharuskan untuk kembali ke rutinitas.

18 Juli kali ini, siswa-siswi sekolah harus berkutat dengan buku (lagi). Namun berbeda dengan mereka yang baru naik satu tingkat ke sekolah yang lebih tinggi. Mereka harus menghadapi MPLS dulu.

Ini sekilas foto dari suasana MPLS di sekolah saya.
CC: https://www.instagram.com/smansapati


"Apa sih MPLS?"

MPLS adalah singkatan dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Berbeda dengan MOPDB/MOS, MPLS ini lebih 'mudah' bagi siswa baru. Bukan seperti kita yang dulu harus memakai atribut yang nyeleneh, dibentak oleh senior jika melakukan kesalahan, dan hal-hal lainnya. Siswa sekarang hanya perlu co-card sebagai tanda pengenal, dan duduk diam memperhatikan penjelasan para guru. Yep, para guru.

"Bukan senior?"

Bukan. Sama sekali bukan. PERMENDIKBUD No. 18 Tahun 2016 mengubah budaya yang dari dulu sudah hadir di Indonesia. Selengkapnya bisa dibaca di sini.

Orang-orang ramai mengutarakan pendapatnya tentang perubahan ini. Banyak dari mereka memberikan respon positif, namun tidak sedikit pula yang menentang perubahan ini.

Dengan adanya hal ini, saya mewawancarai beberapa teman sekolah tentang hal ini. Berikut rinciannya:

  • “Nggak enak Mel, sama-sama berkesan sih tapi kesannya itu berbeda dengan MOS tahun lalu, kalau tahun ini berkesannya itu kayak bisa menciptakan karya lah kalau tahun kemarin itu gara-gara ada DPT DPT-an gitu. Tapi kalau menurutku kok lebih berkesan tahun kemarin, kan kalau tahun kemarin itu kayak bisa nglatih mental.” –Siswi kelas 11 IPS 1, 15 tahun.
  • “Kalau aku sendiri sih gak setuju Mel, soalnya kan bikin gak mandiri adkel-adkel, terus you know lah orang Indonesia itu kalau misal digituin pasti njaluk rempelo tambah seenaknya dengan siapapun di sekolahan, terus kan semua dipegang guru (untuk beberapa sekolah termasuk kita) nah itu bukannya malah meyulitkan guru? Kan yang di sekolah gak cuma guru tapi ada siswa lainnya, tapi ya ada sisi baiknyalah, gak ada pembodohan pakai atribut” –Siswi kelas sebelah, 16 tahun.
  • Umm.. Tbh, in my opinion as a student, I agree with this MPLS. Kenapa? Karena biarkanlah adik-adik kelas itu mengenal lingkungan in a proper way. Jadi tahu banyak hal, peraturan, kedisiplinan, hingga organisasi dan ekskul. No need to melakukan perploncoan yang diatasnamakan pendidikan karakter. Pembentukan karakter itu perlu waktu yang panjang. Gak mungkin hanya dalam 3 hari. Yang ada adik kelas itu hanya segan sesaat dan malah end up menertawakan para kakak-kakak DPT di belakangnya. Tentara, polisi, dan satuan militer lainnya saja butuh waktu lama itu punya karakter yang disiplin dsb. Kalau misal kakak-kakak DPT memang sebegitu hebatnya untuk mengubah karakter dalam waktu 3 hari, maka alangkah baiknya para tentara dan polisi itu untuk diajar oleh kakak-kakak DPT. :--)But, as a senior, gak setuju lah. HAHAHAHA.” –Siswi kelas 11 IPA 7, 16 tahun.
  • “Menurutku sih bagus, karena seharusnya pendidikan mental dan karakter itu diberikan oleh orang tua di rumah. Ya kan kita sekolahnya di sekolah umum, bukan sekolah militer bro! Jadi ya seperti murid yang dicubit terus dibawa ke meja hijau itu sepenuhnya salah orang tua. Orang tuanya yang terbelakang mental dan pikirannya, gak habis pikir sama orang tua anak tsb. Kasian si anak.” –Siswa kelas sebelah, 11 IPS 2, umurnya berapa ya?
  • “Kalau menurutku ada kekurangannya ada kelebihannya, kalau kekurangannya itu gak melatih mentalnya adik kelas, lah pas jamannya kita kan kakak-kakak kelas yang nge-MOS jadinya itu adek kelas lebih ngajeni kakak kelas soalnya kan ada DPT-DPT-an hehe. Kalau kelebihannya itu ya jadi adek-adek kelas lebih cepet beradaptasi sama lingkungan sekolah, soalnya kan langsung dikenalkan selama 3 hari itu. Gitu Mel hehe. Maaf ambigu.” –Siswi yang sekelas sama saya, 11 IPS 3, 16 tahun.

Itu kata mereka. Ada yang setuju? Atau mungkin sama sekali tidak sependapat? Boleh sekali lho, Anda meninggalkan komen tentang pendapat Anda. Kalau saya sih ada di tengah-tengah antara setuju dan tidak. Hehe.

Ohya ada satu teman saya yang bikin kalimat ini setelah membicarakan adik-adik kelas, hehe.
"Percuma sekolah tinggi kalau lewat tidak permisi
–Aqib Daffa


So, last word. Adios, amigos! Bye-bye!

Senin, 11 Juli 2016

Sekali Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui [Day 1]

Selamat datang!


Kali ini saya mau membagi cerita sekaligus sedikit review untuk beberapa tempat wisata. Hehe, gaya sedikit gapapa lah.

Tanggal 27 Juni kemarin, keluarga besar dari pihak Bapak saya berencana mengunjungi saudara di Magelang, adik nenek saya tepatnya. Hampir sepuluh tahun lebih nggak ketemu, kangen kata nenek. Saya sendiri sudah lupa bagaimana rupa saudara saya. Terakhir ke sana mungkin saya baru berumur 5 atau 6 tahun. Jadi ya begitu, lupa-lupa tetep nggak ingat.

Karena waktu itu masih dalam liburan vibes, kita melipir ke Jogja sekalian. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Tujuan awal mau silaturahmi, ujung-ujungnya malah liburan. Tapi ya siapa sih yang mau nolak? Gratis lagi. *insert wink emotion*

Ekspektasi berangkat jam 4, realita berangkat jam 5 lebih. Dasar, manusia.

Yang biasanya ambil jalur di Purwodadi dan Brebes, kali ini kita harus putar arah lebih jauh sedikit. Lewat Semarang. Biar gak kena macet, kata mas.

Sekitar jam 11 kita sampai di Homestay yang ada di salah satu tempat di Jogja, lupa alamatnya saya. Beberapa barang bawaan kita turunin. Dan langsung pergi lagi. Kemana? Ke rumah makan...
Jadi hari itu banyak yang nggak puasa HAHA. Di sini lah kita berhenti.

Banyumili Resto ini penggabungan antara resto, danau buatan, pemancingan, dan semacam waterpark mini. Karena tetep puasa, saya cuma bisa menikmati pemandangan.

Pemandangan apaan emang?

Pemandangan koko-koko pada berenang. Hehehehehhe.

Gadeng, bohong. Sumpah. Yang ada cuman bapak-bapak chinese dengan perut buncit yang maianan air sambil ngejaga anaknya. Emak-emaknya ada, di pinggir kolam, makan.

Tempatnya enak kok, banyak pohon, luas, photoable juga. Sayang, waktu itu hujan, jadi kesempatan berkeliling danau juga pemancingannya hilang. Sayang (lagi), pelayannya agak ... hm gimana ya? Tulalit gitu. Pardon my language, tapi iya, bingung melayani pengunjung gitu deh.

Udah. Udah selesai makan maksudnya.

Kita pergi ke De Mata Trick Eye Museum. Di sini kita harus beli tiga tiket. Ya nggak harus juga sih. Satu tiket untuk satu tempat. Nanti ada tiga tempat. Dua tempat pertama kayaknya sama aja, cuma ya beda itunya. Tempat terakhir beda sendiri. Jadi, tempat terakhir ini spesial untuk patung-patung orang-orang terkenal. Mas pacar juga ada di situ. Siapa? Chris Evan, Chris Hemsworth, David Beckham eh bukan yang ini mertua deng, dan banyak lagi.

Ini tempat buat ngapain sih?

Sebenernya, ini tempat cuman buat eksis di kamera. Foto doang. Ada beberapa foodcourt sih di luar museum. Tapi ya gitu-gitu aja. Tapi tetep seru kok! Serunya bisa ngerjain yang difoto soalnya. Ada satu nih yang gemesin.


Di sana mahal nggak?

Untuk tiga tiket lumayan mahal sih. Tapikan pengunjung nggak harus masuk tiga-tiganya. Kalau mau informasi lebih lengkap, monggo sowan di sini http://www.dematamuseum.com pilih sesuai tempat yang diinginkan. Kalau mau Jogja ya klik 'YOGYAKARTA' jangan 'PALEMBANG'. OK? OK.

Sekitar jam 4 sore kita baru keluar dari museum. Nge-gabut sebentar di depan museum, menghalangi orang-orang lewat. Akhirnya kita pergi sembari memutuskan mau buka puasa dimana.

Untuk tempat buka puasa ini mohon maaf sekali, saya lupa dimana. Jadi nggak bisa kasih review. Padahal mah emang nggak ada yang pengen baca review saya ya?

Pokoknya, kita selesai makan sekitar jam 7. Kembali lah ke homestay. Yeay! Setelah seharian berkeringat-keringat ria, akhirnya bisa tidur gais!

Sekilas tentang homestay ini, daerahnya nggak jauh-jauh banget dari tempat Banyumili tadi. Tempatnya sendiri juga photoable hehe. Jumlah kamarnya 5, kalau nggak salah. Ada 3 kamar mandi di luar kamar, setiap kamar ada kamar mandinya. Mini pool juga tersedia di halaman belakang. Enak deh!

Kamar saya sendiri kedapetan di lantai 2. Kamar mandi di depan pintu masuk. Ada satu tempat tidur, di depannya ada tv. Satu-satunya kamar yang dapet balkon :) Saya sendiri tidurnya di atas. Jadi kamar ini ada satu tempat kecil untuk tidur, harus naik tangga dulu kalau mau ke sana. Tangganya bukan tangga yang lebar, ini tangga model yang biasa di pakai tukang buat naik ke atap. Ngerti kan? Jadi saya punya ruang sendiri. Heheheh.

Sisa-sisa jam saya habiskan untuk mandi dan langsung main hp di atas. Heheheh (lagi). Kebiasaan anak muda.

Segini dulu deh!

Adios, amigos! Bye-bye!

Sabtu, 09 Juli 2016

Rindu? Mari sini!

Sugeng rawuh!


Udah setahun berapa bulan ya? 3 atau 4 mungkin? Saya menghilang dari blog ini hehhe. Dan sekarang, saya balik dong! Yang kangen, sini peluk dulu.

Ada yang heran kenapa saya balik lagi ke sini? Jadi berikut penjelasannya.

Isi blog saya emang sampis. Tanya dong kenapa.

Kenapa emang, Mel?

Jadi, blog ini dulunya hanya bertujuan memenuhi tugas akhir TIK. H-1 saya ngebut bikin ini blog, karena dulu —sekarang masih fyi, suka banget nontonin juga baca-baca tentang apapun yang berhubungan sama masak-memasak, that's why isi blog ini kebanyakan resep-resep DIY, tapi ada yang lain juga deng. Ehe.

Back to the main topic, saya balik ke blog ini lagi karena (ya suka-suka gue lah, blog punya siapa juga) / (udah ngeces liat temen-temen ngeblog)

Yang tau jawabnnya, silahkan hubungi 08574xxxxxxx. Jika benar Anda akan mendapatkan hadiah satu bungkus kit*** rasa greentea (bungkus yang eceran aja tapi).

Dan, yak! Betul sekali! Jawaban yang benar yang kedua. Hehehehhehe.

Iya, saya kepengin nulis blog lagi karena temen-temen banyak yang ngeblog. Kalau kalian berasumsi 'temen-temen' ini berarti yang ada di sekolah atau sekitaran rumah, kalian salah. Saya dapet ilham untuk ngeblog ini berasal dari temen-temen HSC.

Siapa sih mereka?

Akan saya jelaskan di blog-blog mendatang (kalau nggak lupa). Jadi ya gitu, asalnya keinginan untuk ngeblog datang dari mereka. Mungkin nanti isinya lebih sampah dari sebelumnya, maafkan saya ya? *kedip-kedip

Ohya, kalau ada yang bertanya kenapa saya kalau ngomong pakainya 'saya-anda' bukan 'gue-elo', jadi begini penjelasannya. Saya bukan anak berbudaya asli Betawi ataupun anak Jabodetabek dan sekitarnya, saya ini dari Pati. Ada yang tau? Saya sendiri sangsi ada banyak yang tau. Hhe. Jadi Pati itu di sini. Aslinya kalau ngomong malah pakai 'aku-kuwe', tapi kalau pakai 'aku-kamu' kayaknya kok ... ehm kayak orang pacaran kurang nyaman aja. So yeah, itulah sebabnya. Tapiiiii ... ada tapinya nih. Kalau bacanya nyaman/lebih saik pakai 'gue-elo' silahkan tinggalkan komentar.

Okelah. Segini dulu aja ya? Jangan nangis dong. Aku pasti kembali, kalau kata salah satu lirik lagu.


Adios, amigos! Bye-bye!

Sabtu, 04 April 2015

Oreo Frappucino

   
 
    
    Bahan-bahan :
  • 1 1/2 susu cair vanilla
  • 3 oreo vanilla (recommended) rasa yang lain juga bisa
  • 2 sdt gula pasir
  • Whipped cream (personalizing)

Cara membuat :

1. Masukkan susu cair vanilla ke blender dan gula pasir,
2. Masukkan cookies oreo tanpa krimnya (recommended),

3. Blender semua bahan 1-2 detik,
4. Tuangkan ke gelas,

5. Tambahkan whipped cream dan remahan cookies oreo di atasnya (personalizing).

Java Chip Frappuccino




Bahan-bahan :
  • 1/2 gelas es batu
  • 1/4 gelas kopi cair (personalizing)
  • 1 gelas susu cair vanilla
  • 2 sdm chocolate chips
  • 1/2 coklat batangan
Cara membuat :

1. Lelehkan coklat batangan tadi di atas air mendidih di dalam mangkok kaca (seperti gambar),




2. Masukkan semua bahan ke dalam blender (termasuk lelehan coklat),
3. Blend sampai semuanya menyatu,

4. Tuangkan ke dalam gelas,
5. Tambahkan whipped cream dan topping coklat di atasnya (personalizing).

Blackberries And Creme Frappuccino



Bahan-bahan :
  • 2 scoop es krim vanilla
  • 1/2 sdm ekstrak vanilla
  • 1 gelas susu cair vanilla
  • 1/2 gelas es batu
  • 2 buah blackberry/anggur hitam
  • 3/4 gelas whipped cream
Cara membuat :


1. Masukkan bahan-bahan tadi ke dalem blender (termasuk whipped cream),
2. Diblend sampai merata,
3. Tuangkan ke gelas,
4. Tambahkan whipped cream diatasnya (recommended).

Nutella Frappuccino




Bahan-bahan :
  • 1/2 gelas es batu
  • 1 gelas susu cair vanilla
  • 2 sdm susu kental manis coklat
  • 1/4 gelas whipped cream
  • 2 sdm bubuk kopi
Cara membuat :

1. Masukkan semua bahan tadi ke dalem blender (termasuk whipped cream),
2. Lalu diblend,
3. Tuangkan ke gelas,
4. Tambahkan whipped cream dan sirup caramel di atasnya (personalizing).
Diberdayakan oleh Blogger.

About me

You know me. If you don't, you will.

Pages

recent posts