Senin, 11 Juli 2016

Sekali Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui [Day 1]

Selamat datang!


Kali ini saya mau membagi cerita sekaligus sedikit review untuk beberapa tempat wisata. Hehe, gaya sedikit gapapa lah.

Tanggal 27 Juni kemarin, keluarga besar dari pihak Bapak saya berencana mengunjungi saudara di Magelang, adik nenek saya tepatnya. Hampir sepuluh tahun lebih nggak ketemu, kangen kata nenek. Saya sendiri sudah lupa bagaimana rupa saudara saya. Terakhir ke sana mungkin saya baru berumur 5 atau 6 tahun. Jadi ya begitu, lupa-lupa tetep nggak ingat.

Karena waktu itu masih dalam liburan vibes, kita melipir ke Jogja sekalian. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Tujuan awal mau silaturahmi, ujung-ujungnya malah liburan. Tapi ya siapa sih yang mau nolak? Gratis lagi. *insert wink emotion*

Ekspektasi berangkat jam 4, realita berangkat jam 5 lebih. Dasar, manusia.

Yang biasanya ambil jalur di Purwodadi dan Brebes, kali ini kita harus putar arah lebih jauh sedikit. Lewat Semarang. Biar gak kena macet, kata mas.

Sekitar jam 11 kita sampai di Homestay yang ada di salah satu tempat di Jogja, lupa alamatnya saya. Beberapa barang bawaan kita turunin. Dan langsung pergi lagi. Kemana? Ke rumah makan...
Jadi hari itu banyak yang nggak puasa HAHA. Di sini lah kita berhenti.

Banyumili Resto ini penggabungan antara resto, danau buatan, pemancingan, dan semacam waterpark mini. Karena tetep puasa, saya cuma bisa menikmati pemandangan.

Pemandangan apaan emang?

Pemandangan koko-koko pada berenang. Hehehehehhe.

Gadeng, bohong. Sumpah. Yang ada cuman bapak-bapak chinese dengan perut buncit yang maianan air sambil ngejaga anaknya. Emak-emaknya ada, di pinggir kolam, makan.

Tempatnya enak kok, banyak pohon, luas, photoable juga. Sayang, waktu itu hujan, jadi kesempatan berkeliling danau juga pemancingannya hilang. Sayang (lagi), pelayannya agak ... hm gimana ya? Tulalit gitu. Pardon my language, tapi iya, bingung melayani pengunjung gitu deh.

Udah. Udah selesai makan maksudnya.

Kita pergi ke De Mata Trick Eye Museum. Di sini kita harus beli tiga tiket. Ya nggak harus juga sih. Satu tiket untuk satu tempat. Nanti ada tiga tempat. Dua tempat pertama kayaknya sama aja, cuma ya beda itunya. Tempat terakhir beda sendiri. Jadi, tempat terakhir ini spesial untuk patung-patung orang-orang terkenal. Mas pacar juga ada di situ. Siapa? Chris Evan, Chris Hemsworth, David Beckham eh bukan yang ini mertua deng, dan banyak lagi.

Ini tempat buat ngapain sih?

Sebenernya, ini tempat cuman buat eksis di kamera. Foto doang. Ada beberapa foodcourt sih di luar museum. Tapi ya gitu-gitu aja. Tapi tetep seru kok! Serunya bisa ngerjain yang difoto soalnya. Ada satu nih yang gemesin.


Di sana mahal nggak?

Untuk tiga tiket lumayan mahal sih. Tapikan pengunjung nggak harus masuk tiga-tiganya. Kalau mau informasi lebih lengkap, monggo sowan di sini http://www.dematamuseum.com pilih sesuai tempat yang diinginkan. Kalau mau Jogja ya klik 'YOGYAKARTA' jangan 'PALEMBANG'. OK? OK.

Sekitar jam 4 sore kita baru keluar dari museum. Nge-gabut sebentar di depan museum, menghalangi orang-orang lewat. Akhirnya kita pergi sembari memutuskan mau buka puasa dimana.

Untuk tempat buka puasa ini mohon maaf sekali, saya lupa dimana. Jadi nggak bisa kasih review. Padahal mah emang nggak ada yang pengen baca review saya ya?

Pokoknya, kita selesai makan sekitar jam 7. Kembali lah ke homestay. Yeay! Setelah seharian berkeringat-keringat ria, akhirnya bisa tidur gais!

Sekilas tentang homestay ini, daerahnya nggak jauh-jauh banget dari tempat Banyumili tadi. Tempatnya sendiri juga photoable hehe. Jumlah kamarnya 5, kalau nggak salah. Ada 3 kamar mandi di luar kamar, setiap kamar ada kamar mandinya. Mini pool juga tersedia di halaman belakang. Enak deh!

Kamar saya sendiri kedapetan di lantai 2. Kamar mandi di depan pintu masuk. Ada satu tempat tidur, di depannya ada tv. Satu-satunya kamar yang dapet balkon :) Saya sendiri tidurnya di atas. Jadi kamar ini ada satu tempat kecil untuk tidur, harus naik tangga dulu kalau mau ke sana. Tangganya bukan tangga yang lebar, ini tangga model yang biasa di pakai tukang buat naik ke atap. Ngerti kan? Jadi saya punya ruang sendiri. Heheheh.

Sisa-sisa jam saya habiskan untuk mandi dan langsung main hp di atas. Heheheh (lagi). Kebiasaan anak muda.

Segini dulu deh!

Adios, amigos! Bye-bye!

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

About me

You know me. If you don't, you will.

Pages

recent posts